sylviana murni

DKI Jakarta Punya Sylviana Murni : Guru Besar Wanita Asli Betawi yang Peduli Ekosistem Olahraga

DKI Jakarta Punya Sylviana Murni : Guru Besar Wanita Asli Betawi yang Peduli Ekosistem Olahraga – LHN

Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si. lahir di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 1958 dan merupakan Anggota DPD RI terpilih periode 2019 – 2024 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta dengan perolehan suara sebesar 455.182 suara. 

Wanita asli Betawi ini juga merupakan peraih gelar None Jakarta tahun 1981 juga merupakan seorang birokrat yang lama berkarier di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta. Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta pada tahun 2015 sampai 2016 dan juga pernah menjadi Wali Kota Jakarta Pusat periode 2008-2010. Guru Besar bidang Manajemen Pendidikan ini memperoleh gelar Professor dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka dan banyak sekali Jabatan Birokrasi yang telah ia jabat di DKI Jakarta.

Walaupun dalam Kontestasi Politik Pilkada DKI Jakarta yang bergandengan dengan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sempat mengalami kekalahan dalam putaran pertama tidak menurunkan semangat Sylviana, malah justru dengan ikut berpartisipasinya ia di Pilkada DKI tersebut malah menambah eksistensi dan elektabilitas politik yang ia punya.

Senator asal DKI Jakarta, Sylviana Murni berkomitmen menjalin kemitraan dengan Kementerian Pemuda dan Olah raga Republik Indonesia, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olahraga Indonesia (KOI) dan dilantik menjadi Ketua Umum PB Persatuan Squash Indonesia masa bakti 2019-2023 di Gedung KONI Pusat

Ia mempunyai cita-cita ingin memajukan olahraga di Indonesia khususnya olahraga squash. Untuk mencapai misinya, Sylviana akan melakukan beberapa tahapan-tahapan diantaranya meningkatkan mutu SDM keolahragaan di cabor squash, mengembangkan pembinaan atlet squash yang berkarakter secara sistematis dan berjenjang, menerapkan ilmu dan tekhnologi keolahragaan dalam pembinaan atlet squash, melakukan pengiriman atlet squash terbaik ke kompetisi international dan profesional, meningkatkan prestasi atlet squash Indonesia pada level Asia Tenggara maupun pada level Asia.

“Kita optimistis apa yang menjadi asa dan cita-cita akan dapat diwujudkan selama perjuangan terus bergelora,” katanya saat diwawancarai oleh salah satu media.

Tinggalkan komentar