I Made Mangku Pastika:

Buleleng Punya I Made Mangku Pastika: Polisi Pembawa Perubahan Kebijakan Publik

Buleleng Punya I Made Mangku Pastika: Polisi Pembawa Perubahan Kebijakan Publik – LHN

Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. I Made Mangku Pastika, M.M. lahir di Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, 22 Juni 1951 adalah Gubernur Bali dari 2008 hingga 2018.

I Made Mangku Pastika juga merupakan seorang tokoh kepolisian dan politikus Indonesia. Putra kedua dari enam bersaudara.Bapaknya seorang pendidik, guru tari, dan juga guru silat.

I Made Mangku Pastika menguasai enam bahasa asing dan merupakan lulusan Akabri Kepolisian pada tahun 1974 atau yang dikenal dengan nama Praja Gupta. Saat ini I Made Mangku Pastika juga dipercaya untuk menjabat Presiden World Hindu Parisad.

Pada tahun 2002, I Made Mangku Pastika mendapatkan penghargaan sebagai ssebagai Asia Newsmaker dan an Asian Hero Against Terrorism oleh majalah Time dan Asia Star 2003 sebagai salah satu orang Asia yang membawa perubahan besar dalam kebijakan publik oleh Businessweek.

I Made Mangku Pastika bergelut dengan isu-isu pengembangan pariwisata. Hal ini terlihat dari disertasinya bertajuk ‘Pengaturan Kebebasan Pers dalam Penyelenggaraan Perdagangan Jasa Pariwisata Berkelanjutan’.

Dalam desertasinya, I Made Mangku Pastika mengangkat dua hal penting. Pertama, masalah kebebasan pers. Kedua, kaitan antara kebebasan pers dalam penyelenggaraan perdagangan jasa pariwisata.

Menurut I Made Mangku Pastika, UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengaburkan konsep ‘kebebasan berekspresi’ yang merupakan hak azasi manusia (HAM) dan hak-hak individual rakyat dengan konsep ‘kebebasan pers’.

Karena bagi I Made Mangku Pastika, UU Pers menyamakan kebebasan pers dengan kebebasan berekspresi. Kekhawatiran yang terjadi adalah permasalahan sikap dan perilaku pers dalam bentuk dan sikap-perilaku melampaui kaidah pers sebagai media hak rakyat dalam tata kehidupan suatu negara demokrasi.

Berangkat dari hal tersebut, I Made Mangku Pastika mendorong formulasi ideal norma pengaturan kebebasan pers dalam penyelenggaraan perdagangan jasa pariwisata yang dapat menjamin penyelenggaraan perdagangan jasa pariwisata berkelanjutan.

I Made Mangku Pastika  mencoba memasukkan konsep pers sebagai komponen sistem non-pasar dalam sistem perdagangan jasa pariwisata ke dalam UU Pers dan menambahkan ketentuan tentang persyaratan kompetensi khusus pers dalam pengembanan fungsi-fungsinya.

Sebagai senator, I Made Mangku Pastika juga mengharapkan pemerintah untuk memperhatikan segala aspek pembangunan di daerah tanpa terkecuali.

Tinggalkan komentar